Pemuda
dan Permasalahan yang Dihadapi
Calvin
Matthew Isaac
51417286
Dosen
Pengajar: Emilianshah Banowo, S.SOS., MM
Fakultas
Teknik Industri
Program
Studi Teknik Informatika
Universitas
Gunadarma
Kata
Pengantar
Dalam penyusunan tugas ini saya
sebagai penulis sudah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan saya.
Sebagai manusia saya tidak luput dalam kesalahan menulis maupun dari segi tata
bahasa. Tetapi walaupun demikian saya sudah menyelesaikan tugas ini sesuai
kemampuan saya.
Untuk itu pertama-tama saya ucapkan
banyak terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena tanpa pertolongan
dari-Nya saya tidak akan bisa menyelesaikan tugas ini. Dan tidak lupa juga
kepada dosen yang telah membimbing saya dalam mata kuliah Ilmu Sosial,
Bapak EMILIANSHAH BANOWO, S.SOS.,MM.
Dengan demikian semoga tugas ini
dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya serta dapat
meningkatkan pengetahuan tentang pemuda dan permasalahan yang dihadapi. Saran serta
kritik sangatlah berguna untuk membangun dan menyempurnakan makalah ini. Terima
Kasih.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................
DAFTAR ISI..............................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah..............................................
B.
Perumusan Masalah.....................................................
C.
Tujuan Penelitian........................................................
BAB II PEMBAHASAN
Ø Peranan Pemuda dalam
Masyarakat .............................................
Ø Apa saja masalah yang di hadapi
pemuda ......................................
Ø Faktor yang terjadi pada pemuda
....................................................
Ø Usaha untuk menanggulangi masalah
pada pemuda .......................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..................................................................
B. Saran..........................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah yang dihadapi
generasi muda sebenarnya tidak terpisah dari masalah secara umum yang
berkembang ditengah-tengah masyarakat, karena pada hakekatnya generasi muda
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat yang ditentukan oleh
faktor dan keadaan yang ada pada generasi muda itu sendiri serta kondisi masyarakat
yang bersangkutan.
Masalah-masalah yang
dihadapi generasi muda saat ini antara lain:
a. Menurunnya
jiwa idealisme, patriotisme dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk
generasi muda.
b. Belum
seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan dan pembinaan yang
tersedia, baik yang formal maupun non formal. Tingginya jumlah putus sekolah
yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda
itu sendiri, tapi juga merugikan seluruh bangsa.
c. Masih
banyaknya perkawinan dibawah umur, terutama di kalangan masyarakat daerah
pedesaan.
d. Pacaran
yang tidak sehat dan tidak mengikuti Norma Agama dan Adat Istiadat yang ada.
e. Perbedaan
pandangan dan sistem nilai antara generasi muda dan generasi sebelumnya
f. Meningkatnya
kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
g. Penggunaan
tenaga kerja dibawah umur.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
peranan pemuda dalam masyarakat ?
2. Apa
saja masalah pemuda ?
3. Apa
faktor yang terjadi pada pemuda ?
4. Apa
saja usaha menanggulangi masalah anak pemuda?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui
peranan pemuda dalam masyarakat.
2. Untuk mengetahui apa
saja maslah pada pemuda.
3. Untuk mengetahui
faktor yang terjadi pada pemuda.
4. Untuk mengetahui apa
saja usaha menanggulangi masalah pada pemuda.
BAB II PEMBAHASAN
A. Peranan pemuda dalam masyarakat
Secara kelasik masa muda merupakan masa yang paling
menyenangkan. Pencarian jati diri dengan melakukan berbagai hal sesuai kehendak
hati, kesenangan, sex bebas, narkotika, kenakalan dan lain-lain merupakan
refleksi kelebihan energi yang bermuatan negative. Selama ini pemuda merupakan
obyek dan bukan subjek bagi pembangunan. Sehingga hanya sebagai penonton dan
penikmat hasil dari pembangunan. Hal ini terjadi karena ketidak
percayaangenerasi tua terhadap generasi muda. Takut akan terjadi kegagalan dan
sikap mengecilkan bukan suatu sikap yang membangun generasi muda menuju ke arah
yang lebih baik karena hal itu dapat mengganggu perkembangan mental pemuda.
Tidak adanya kesempatan untuk melakukan pembangunan
menumbuhkan suatu perasaan yang membosankan dari diri pemuda. Kegiatan
mengasingkan diri dan membentuk kelompok-kelompok preman serta melakukan
kegiatan yang meresahkan bagi masarakat umum merupakan suatu cara mereka dalam
menyalurkan energy. Dengan demikian tidak dapat di salahkan jika generasi muda
yang berikutnya akan demikian. Sikap imitasi/meniru prilaku dari orang lain merupakan
proses belajar. Maka lingkungan juga memiliki peran yang cukup besar dalam
pertumbuhan setiap insan. Lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat,
lingkungan sekolah dan lain-lain memiliki porsi yang berbeda dalam membentuk
kepribadian anak. Misal seorang anak yang tinggal di lingkungan sekolah pasti
memiliki kepribadian yang berbeda dengan anak yang tinggal dilingkungan pasar.
Padahal hakikatnya adalah bahwa Masa depan suatu bangsa
terletak di tangan pemuda, artinya merekalah yang akan menggantikan generasi
sebelumnya dalam memimpin bangsa . Oleh karena itu mereka perlu diberi bekal
berupa ilmu pengetahuan dengan cara memberikan mereka pendidikan baik formal
maupun informal, baik pendidikan dasar maupun pendidikan tinggi. Pembangunan
yang dilakukan oleh generasi muda merupakan rangkaian gerak perubahan menuju
kemajuan. Didalam pembangunan nasional, bukan hanya pembangunan fisik saja yang
diperlukan melainkan membawa mereka agar terciptanya perubahan sosial.
Dalam hubungannya dengan sosialisasi generasi muda khususnya
mahasiswa telah melaksanakan proses sosialisasi dengan baik dan dapat dijadikan
contoh untuk generasi muda.
Pada garis besarnya, pemuda mempunyai peranan sebagai
berikut :
1.
Agent of change
Pemuda bertugas untuk mengadakan perubahan – perubahan dalam
masyarakat ke arah perubahan yang lebih baik. Perubahan yang bersifat
kemanusiaan
2. Agent of defelopment
Pemuda bertugas atau melancarkan atau melaksankan
pembangunan di segala bidang, baik bersifat fisik maupun non fisik.
3. Agent of modernization
Pemuda bertindak dan bertugas sebagai pelopor dalam
pembaharuan. Maksudnya pemuda pemuda dapat memilih mana yang perlu diubah dan
mana yang masih tetap dipertahankan.
Jurang pemisah antar golongan akan musnah jika kita
memandang semua golongan itu sebagai totalitas (orang tua, pemuda, anak-anak).
Dengan demikian tidak ada pertentangan antara pemuda, orang dewasa (generasi
tua) dan anak-anak, secara fundamental. Tidak ada generasi yang menganggap
dirinya pelindung generasi sekarang atau yang akan datang. Semuanya bertanggung
jawab atas keselamatan kesejahteraan, kelangsungan generasi sekarang dan yang
akan dating.Kalaupun perbedaan dalam kematangan befikir, dalam menghayati makna
hidup dan kehidupan ini semata-mata disebabkan oleh tingkat kedewasaannya saja.
Melainkan perbedaan antara kelompok-kelompok yang ada, antara generasi tua dan
generasi muda misalnya, hanya terletak pada derajat dan ruang lingkup tanggung
jawabnya.
B.
Masalah yang dihadapi Remaja
·
Fisik dan Kesehatan
Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh
remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai
masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi
berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik
yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan.
Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun
idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang
percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja
perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya,
khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian
survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan
kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini
sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang
penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan
yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut,
ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal
munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman,
1999; Thompson et al).
Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami
sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan,
maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian
pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka
bereksperimentasi dan berskplorasi.
·
Alkohol dan Obat Terlarang
Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini
sudah sangat memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan
tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Ada
kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan
mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa.
Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba
yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas,
adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi.
·
Pengaruh sosial dan interpersonal
Kurangnya
kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif
dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua.
·
Pengaruh
budaya dan tata krama
Memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol
penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan
kepuasan hedonis, dll.
·
Pengaruh interpersonal
Kepribadian yang temperamental,
agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri,
kemampuan koping yang buruk, dll.
· Cinta dan Hubungan Heteroseksual
· Permasalahan Seksual
· Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua
· Permasalahan Moral, Nilai, dan Agama
C.
Faktor yang terjadi pada masalah pemuda
1.
Kurang dalam mengendalikan diri
Dalam hal ini kita melibatkan
keluarga karena keluarga merupakan tempat awal seorang remaja membentuk
karakter . Disini peran orang tua sangat mempengaruhi perkembangan remaja dalam
mengendalikan diri , orang tua bukan hanya memberikan penjelasan tentang nilai
sosial (baik buruknya suatu perbuatan) tapi juga memberikan suatu contoh
perbuatan yang dapat dicontoh oleh remaja tersebut sehingga ketika remaja sudah
berada dilingkup sosial yang lebih luas contohnya masyarakat , remaja tersebut
akan terbiasa melakukan sama seperti apa yang dicontohkan oleh orang tuanya .
2.
Kurang masa bersama keluarga
Meluangkan waktu sejenak untuk
berkumpul bersama keluarga merupakan hal kecil yang mempengaruhi perkembangan
remaja diluar karena pada saat seperti inilah masing-masing anggota keluarga
menceritakan masalah kepada orang tua atau orang yang lebih tua didalam
keluarga tersebut demi mendapat sebuah solusi yang benar . Karena banyak faktor
remaja melakukan hal negatif adalah karena jarangnya meluangkan waktu untuk
berkumpul bersama keluarga dengan alasan orang tua bekerja dan sibuk dengan
urusan lain, jika didiamkan begitu saja remaja tidak mendapat teman untuk
menceritakan masalah yang dihadapinya sehingga remaja mencari jalan keluarnya
sendiri yang menurutnya benar dan tak jarang dari keputusan itulah dapat
mengorbankan orang lain .
3.
Masalah ekonomi keluarga
Keluarga miskin mungkin tidak memiliki kemampuan untuk
menyediakan pendidikan sempurna kepada anak. Makanan dan minuman , tempat
kediaman serta kesehatan yang memadai. Faktor inilah yang mendorong remaja
untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya atau mencuri milik orang lain untuk
memenuhi kebutuhannya dan hal ini akan terus meningkat ke arah yang lebih
ekstrim jika dibiarkan seperti menghilangkan nyawa orang lain demi suatu hal
yang diinginkannya .
D.
Cara
Mengatasi Masalah Pada Remaja
-
Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal
apapun.
-
Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang.
Contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan
apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati
batas yang sewajarnya,kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan
akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah
melewati batas tersebut.
-
Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya
beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila
kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat
tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang jelek.
- Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet,radio,handphone,dll.
- Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.
- Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.
- Kita perlu mendukung hobi yang dia inginkan selama itu masih positif untuk dia. Jangan pernah kita mencegah hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia sukai selama bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan kepercayaan dirinya.
- Anda sebagai orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.
- Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet,radio,handphone,dll.
- Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.
- Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.
- Kita perlu mendukung hobi yang dia inginkan selama itu masih positif untuk dia. Jangan pernah kita mencegah hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia sukai selama bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan kepercayaan dirinya.
- Anda sebagai orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Remaja boleh menyumbang kepada
masyarakat dan dunia dalam pelbagai bidang. Sumbangan termasuklah aktiviti yang
dirancang sendiri oleh remaja atau dengan menyertai aktiviti kelab/persatuan,
aktiviti sosial atau kerja sambilan. Penglibatan diri dalam aktiviti
kemasyarakatan dapat meluaskan pengalaman dan jaringan sosial di samping
meningkatkan kemahiran hidup, mengasah kemahiran kepimpinan dan memberi peluang
kerjaya.
Kecanggihan teknologi maklumat masa kini beserta
dengan pengetahuan, sikap dan kemahiran yang betul membolehkan remaja
menyumbang kepada komuniti sepenuhnya. Lebih banyak yang diberi, lebih banyak
yang akan diperolehi. Remaja boleh menjadi sebahagian daripada penyelesaian dan
bukannya sebahagian daripada masalah dunia
B.
Saran
Sebaiknya para pemuda bangsa
Indonesia,dijauhkan dari hal-hal negative seperti narkoba dan obat-obatan
terlarang. Itu bisa dilakukan dengan penyuluhan ke setiap pelosok-pelosok kota
di Indonesia.
Daftar Pustaka

