Selasa, 09 Januari 2018

Analisis Cerpen Mayat Yang Mengambang di Danau

Ø Identifikasi:
1.     Judul                    : Mayat Yang Mengambang di Danau
2.     Nama Pengarang : Seno Gumira Adjidarma
3.     Tahun                  : 2011
4.     Penerbit               : Kompas
5.     Harga                             : Rp. 4500,-


Ø Sinopsis
Cerita ini dimulai dari kehidupan seorang pemburu ikan bernama Barnabas. Ia sangat giat berburu ikan menggunakan tombak. Hasil ia memburu digunakan untuk menghidupi anaknya Klemen. Mereka telah lama hidup hanya berdua karena sang ibu telah meninggal sejak lama. Barnabas berburu ikan hampir setiap hari kecuali hari Minggu, karena pada hari itu ia melaksanakan ibadah. Ia sangat berbeda dengan nelayan lainnya karena, ia berburu ikan hanya jika langit sedang cerah. Ia tidak seperti nelayan pada umumnya yang menangkap ikan lewat memasang jarring, ia hanya menggunakan tombak dan kacamata selam. Sekalipun di negeri itu banyak orang yang lebih ingin menjadi pendeta, Barnabas lebih memilih menjadi pemburu ikan. Walaupun begitu ia menginginkan anaknya untuk menjadi pendeta dan mengirimnya ke kota untuk belajar ilmu keagamaan. Namun negeri makmurnya itu lambat laun berubah, ikan-ikan asing dari luar mulai mendominasi danau tempat ia berburu. Di perkotaan terjadi kerusuhan besar-besaran.





Ø Penilaian:
1.     Unsur Intrinsik
A.   Tema                : Kearifan hidup
B.   Alur                 : Maju
C.   Penokohan      : Barnabas  = Pekerja Keras, Penyayang
  Klemen     = Penurut
D.   Sudut Pandang          :

E.    Latar
1.     Latar Tempat       : Negeri Danau
  Bukit berpuncak salib
2.     Latar Waktu                  : Pagi Hari
  Siang Hari
  Sore Hari
  Malam Hari
3.     Latar Suasana      : Mencekam
  Santai
F.    Amanat           : Untuk mencapai sesuatu harus dicapai dengan kerja keras
G.   Gaya Bahasa   :
2.     Unsur Ekstrinsik  :
A.   Latar Belakang Masyarakat         : Nelayan
B.   Latar Belakang Penulis       : Seno Gumira Adjidarma adalah anak dari Prof.Dr.MSA Sastroadmijojo, seorang guru besar di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Banyak sumber mengatakan bahawa ia telat menjadi wartawan sejak umur 19 tahun. Di sela-sela kesibukan jurnalistik ia juga menyalurkan hobi menulis lewat menulis cerpen.
C.   Nilai – nilai yang terkandung di dalam cerpen          :         -Agama
-Budaya



Ø  Simpulan

Penggunaan bahasa yang beragam seharusnya tidak digunakan agar pembaca tidak sulit dalam mengerti bacaan. Penggunaan bahasa kiasan pun harus lebih dikurangi juga karena tidak semua orang mengerti. Cerpen ini sangat cocok untuk siapa saja yang ingin membacanya. Sang Penulis sangat pintar dalam membuat isi bacaan yang berupa teka teki bagi pembaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar